Bupati dan Wabup Lahat Hadiri Kegiatan Lomba B2SA Berbasis Pangan Lokal Tingkat Kabupaten Lahat tahun 2023

 


LAHAT, - Pemerintah Daerah Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan, melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lahat menggelar kegiatan Lomba Cipta Menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) Berbasis Pangan Lokal tingkat Kabupaten Lahat tahun 2023 yang bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK (TPPKK) Kabupaten Lahat. Bertempat di Gedung Kesenian (GK) Kabupaten Lahat.


Acara yang dipusatkan di Gedung Kesenian Lahat itu dihadiri oleh Bupati Lahat H. Cik Ujang SH, Wakil Bupati Lahat H. Haryanto SE MM MBA, Sekda Lahat Chandra SH MM, Ketua TP PKK Kabupaten Lahat Lidyawati Cik Ujang S. HUT MM, Ketua GOW Hj. Sumiati, Ketua DPW Ria Chandra, seluruh camat dan tamu undangan Lainnya. Senin (31/07).


Dalam Laporannya Kepala dinas Ketahan Pangan Kabupaten Lahat Ibni Norris, SE, MM, mengatakan, kegiatan ini di ikuti oleh 24 Kecamatan di wilayah Kabupaten Lahat, dan 6 UMKM, dengan total peserta sebanyak 30.


"Dirinya mengatakan cipta menu bergizi, seimbang, dan aman (B2SA) itu juga berperan meningkatkan ketahanan pangan. Sebab, hasil olahan memanfaatkan bahan pangan non-beras dan terigu. Upaya penganekaragaman pangan yang dipelopori ibu-ibu anggota PKK di kabupaten Lahat," jelasnya.


Menurut dia, konsumsi pangan B2SA juga dapat meningkatkan kualitas hidup. Masyarakat dengan mudah memanfaatkan pekarangan rumah karena keragaman pangan itu dapat berbahan jagung, singkong, dan berbagai jenis umbi-umbian. 


“Sumber pangan lokal dapat menjadi beragam menu olahan yang menarik terangnya. Tak lupa dirinya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah kabupaten Lahat yang dalam hal ini bupati Lahat H. Cik Ujang SH yang sudah sangat mendukung ketahan pangan di kabupaten Lahat guna mensejahterakan masyarakat menuju kabupaten Lahat yang bercahaya," ujarnya.


Sementara itu, Bupati Lahat H. Cik Ujang SH, mengatakan melalui kegiatan Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) Tingkatkan Penganeka Rekaman Konsumsi Pangan Berbasis Lokal masyarakat mampu mengkreasi bahan pangan menjadi makanan bergizi dan sehat. Dengan begitu, kebutuhan gizi setiap rumah tangga tercukupi sehingga ikut berperan menanggulangi stunting.


”Ini bukan sekadar lomba, tetapi juga bermakna betapa pentingnya ibu-ibu harus pintar memasak untuk mencukupi asupan gizi bagi keluarganya,” jelasnya. (Ganda)